Talang Ubi: Ibu Kota Kabupaten PALI di Sumatera Selatan

talang ubi

TL;DR

Talang Ubi adalah kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Kawasan ini dikenal sebagai pusat eksplorasi minyak bumi sejak era kolonial Belanda, dengan Desa Talang Akar sebagai lokasi ladang minyak terbesar di Asia Tenggara sebelum Perang Dunia II. Kecamatan Talang Ubi mencakup 648,4 km², dihuni sekitar 94.230 jiwa per 2024, dan terdiri dari 14 desa serta 6 kelurahan.

Jauh sebelum Kabupaten PALI resmi berdiri, wilayah Talang Ubi sudah punya nama di peta industri minyak dunia. Di Desa Talang Akar, yang masuk dalam wilayah kecamatan ini, perusahaan minyak Belanda NKPM mulai mengeksplorasi ladang minyak sejak 1914 dan membangun operasi yang kelak menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara sebelum Perang Dunia II. Jejak era itu masih terasa sampai sekarang: bekas kompleks Pertamina, eks bandara Stanvac di Pendopo, hingga tugu monumen mata bor yang kini masuk daftar wisata sejarah Kabupaten PALI.

Saat ini, Talang Ubi berfungsi sebagai ibu kota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kabupaten yang terbentuk melalui UU Nomor 7 Tahun 2013 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Muara Enim. Letaknya sekitar 160 km barat daya Palembang, atau sekitar 67 km dari Prabumulih. Simak penjelasannya berikut ini.

Posisi dan Wilayah Kecamatan Talang Ubi

Dari lima kecamatan yang membentuk Kabupaten PALI, Kecamatan Talang Ubi adalah yang terluas sekaligus paling padat penduduknya. Wilayahnya mencapai 648,4 km², atau lebih dari sepertiga total luas kabupaten yang sekitar 1.840 km². Secara geografis, kecamatan ini diapit oleh anak Sungai Lematang di barat dan anak Sungai Musi di utara, kondisi yang membentuk kawasan rawa di sejumlah titik.

Menurut data BPS Kabupaten PALI, Kecamatan Talang Ubi terdiri dari 14 desa dan 6 kelurahan dengan total 101 dusun dan rukun warga. Keenam kelurahan tersebut adalah Talang Ubi Barat, Talang Ubi Selatan, Talang Ubi Timur, Talang Ubi Utara, Handayani Mulya, dan Pasar Bhayangkara. Kelurahan Handayani Mulya menjadi lokasi kantor kecamatan sekaligus pusat administrasi pemerintahan kabupaten.

Jumlah penduduk kecamatan ini diperkirakan mencapai 94.230 jiwa pada pertengahan 2024, menjadikannya kecamatan dengan populasi terbesar di Kabupaten PALI. Dari jumlah itu, enam kelurahan di pusat kota dihuni sekitar 50.245 jiwa, dengan konsentrasi tertinggi di Kelurahan Talang Ubi Timur (9.397 jiwa) dan Talang Ubi Barat (9.078 jiwa).

Warisan Minyak yang Membentuk Identitas Talang Ubi

Nama Desa Talang Akar bukan kebetulan. Pada 1914, NKPM (Nederlandsche Koloniale Petroleum Maatschappij), anak perusahaan Standard Oil of New Jersey yang beroperasi di Hindia Belanda, menemukan ladang minyak di desa tersebut. Berdasarkan catatan sejarah perminyakan Indonesia, ladang Talang Akar berkembang menjadi ladang minyak terbesar yang ditemukan sebelum Perang Dunia II di Asia Tenggara.

Eksplorasi besar-besaran di kawasan ini dimulai sekitar 1925. Kala itu, Desa Talang Akar termasuk salah satu kawasan paling ramai dan modern di Sumatera Selatan, dilengkapi rumah sakit yang disebut sebagai yang tertua di provinsi ini. Perusahaan kemudian berubah nama menjadi SVPM, lalu Stanvac pada 1947. Setelah kemerdekaan, ladang eks-Stanvac diambil alih pemerintah Indonesia pada 1946, dan sumur-sumur minyak di kawasan Pendopo serta Talang Akar kini dikelola oleh PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field.

Jejak era kolonial ini masih bisa dilihat secara fisik: bekas bandara Stanvac di Pendopo, kompleks perumahan Pertamina, dan tugu monumen mata bor di Desa Talang Akar yang kini resmi masuk dalam daftar wisata sejarah Kabupaten PALI.

Baca juga: Riwayat Singkat KUD Talang Ubi

Ekonomi Talang Ubi: Migas, Pertanian, dan Koperasi

Minyak dan gas bumi masih menjadi penggerak utama pendapatan Kabupaten PALI. Dana bagi hasil pertambangan gas bumi tercatat mencapai Rp67,5 miliar pada 2020, sementara minyak bumi menyumbang Rp9,6 miliar di tahun yang sama. Angka minyak memang menyusut dibanding tahun-tahun sebelumnya karena cadangan yang semakin dalam, tapi potensi gas masih cukup signifikan.

Di luar sektor migas, ekonomi Kecamatan Talang Ubi bertumpu pada pertanian, peternakan, perkebunan, dan perdagangan hasil bumi. Kelapa sawit dan karet tersebar di berbagai desa. Kabupaten PALI pernah mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera Selatan setelah Kabupaten Muara Enim, didorong oleh infrastruktur yang terus berkembang dan layanan kesehatan yang semakin memadai.

Untuk menopang kemandirian ekonomi warga di tingkat desa, KUD Talang Ubi hadir sebagai koperasi unit desa yang menyediakan akses permodalan dan mengelola perdagangan hasil bumi bagi anggotanya. Perannya menjadi penyeimbang di tengah dominasi sektor migas yang sifatnya bergantung pada harga komoditas global.

Baca juga: Unit Usaha KUD Talang Ubi

Tempat Wisata di Talang Ubi dan Sekitarnya

Kabupaten yang relatif muda ini punya lebih banyak daya tarik dari yang terlihat di peta. Beberapa destinasi yang layak dikunjungi berada di atau dekat Kecamatan Talang Ubi:

  • Tugu Monumen Talang Akar di Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi. Penanda sejarah era minyak kolonial yang sudah masuk daftar wisata resmi Kabupaten PALI. Cocok bagi yang tertarik pada sejarah industri perminyakan Indonesia.
  • Telaga Calak, telaga berair jernih seluas 2 hektar di tengah kota Talang Ubi. Lokasinya strategis, akses mudah, dan tidak ada biaya masuk, sehingga cocok untuk kunjungan keluarga.
  • Pantai Jodoh, tepian Sungai Batang Hari dengan ombak cukup besar sehingga terlihat seperti pantai. Cukup populer di kalangan warga lokal, terutama akhir pekan.
  • Candi Bumi Ayu, candi Hindu terbesar di luar Pulau Jawa yang berlokasi di Kecamatan Tanah Abang. Dibangun sekitar 897 Masehi dan menjadi satu-satunya kompleks candi di Sumatera Selatan. Jaraknya sekitar 23 km dari pusat Talang Ubi.

Talang Ubi adalah kawasan dengan banyak lapisan: warisan minyak kolonial yang membentuk fisik kota, status ibu kota kabupaten yang masih sangat muda, dan potensi wisata sejarah yang belum banyak dikenal. Bagi yang ingin memahami bagaimana industri minyak membentuk sebuah kawasan di Sumatera Selatan, Talang Ubi adalah titik awal yang tepat. Untuk data kependudukan dan wilayah terkini, cek langsung di BPS Kabupaten PALI.

Scroll to Top